Talbiyah saat Thawaf, Ketahui Tata Cara dan Keutamaannya

“Labbaik Allahumma labbaik…. labbaika laa syarika laka labbaik…”

(Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu.)

Lantunan itu senantiasa bergemuruh di Tanah Suci, Mekkah. Setiap insan yang mengucapkan, seakan memendam kerinduan mendalam. Tak sedikit orang yang hatinya terasa begitu bergetar saat mengucap talbiyah.

Sebab, talbiyah mengandung pengakuan atas keesaan dan kekuasaan Allah SWT. Talbiyah juga merupakan pernyataan ketaatan dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Talbiyah menjadi seruan yang sering diucapkan oleh para jamaah haji dan umrah sebagai bentuk panggilan kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

Ketika melakukan thawaf, talbiyah dapat menjadi bagian dari zikir yang memperkuat kehadiran hati seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Waktu yang tepat untuk membaca doa talbiyah dimulai setelah niat ihram di awal ibadah haji atau umrah.

Bacaan Doa Talbiyah dan Dalilnya
Sesuai apa yang telah disepakati mayoritas ulama, bacaan doa talbiyah riwayat populer dari Rasulullah SAW berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, la syarika lak

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan [juga milik-Mu].”

Doa talbiyah dapat dibaca secara individu maupun bersama-sama. Selain itu, pembacaan doa talbiyah juga bisa dilakukan dengan cara mengikuti muthawif, sehingga seluruh jamaah dapat mengikutinya dengan serentak.

Tata Cara Membaca Talbiyah saat Thawaf

  1. Memulai Thawaf dengan Niat Sebelum memulai thawaf, jamaah diharuskan berniat dengan tulus untuk melaksanakan thawaf sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
  2. Membaca Talbiyah di Setiap Putaran Saat mengelilingi Ka’bah, jamaah dapat melantunkan talbiyah dengan penuh khusyuk.
  3. Menghormati Ketertiban Jamaah Jika area thawaf sangat ramai, pastikan untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mengganggu jamaah lain saat membaca talbiyah.
  4. Mengutamakan Doa di Rukun Yamani dan Hajar Aswad Ketika melewati Rukun Yamani dan Hajar Aswad, dianjurkan untuk membaca doa khusus atau berdoa dengan doa apa pun yang diinginkan.
  5. Mengakhiri Thawaf dengan Doa Khusus Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, jamaah dapat berdoa di Multazam atau tempat lain di sekitar Ka’bah sambil tetap melantunkan talbiyah atau doa lainnya.

Membaca doa talbiyah saat melaksanakan ibadah haji atau umrah hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Oleh karena itu, dalam menjalankan ibadah haji dan umrah, disarankan untuk tidak meninggalkan doa talbiyah.

Keutamaan Membaca Doa Talbiyah
Tentu ada alasan yang mendalam mengapa doa talbiyah sangat dianjurkan untuk diamalkan. Hal ini disebabkan oleh keutamaan-keutamaan luar biasa yang terkandung di dalamnya. Keutamaan membaca doa talbiyah yaitu sebagai berikut :

  1. Jaminan Masuk Surga
    Meski seorang jamaah haji atau umrah hanya sekali membaca doa talbiyah, makan dia akan dijanjikan masuk surga. Hal ini didasarkan pada sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Harairah berikut,
    Abu Hurairah ra. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah seseorang berihram dan mengumandangkan talbiyah melainkan akan mendapat kabar gembira. Dan, tidaklah seseorang bertakbir melainkan akan mendapat kabar gembira.” Seseorang bertanya, “Wahai Nabi Allah, apakah dengan mendapatkan surga?” Beliau menjawab, “Ya.” (H.R. Thabrani dan Sa’id bin Manshur).
  2. Memperbarui Komitmen Kepada Allah SWT
    Talbiyah adalah bentuk penegasan ketaatan kepada Allah, mengingatkan jamaah untuk senantiasa memenuhi panggilan-Nya.
  3. Menghapus Dosa-dosa
    Keutamaan lainnya dari membaca doa talbiyah adalah dihapuskan dosa-dosa, sehingga orang yang membacanya seperti bayi yang baru dilahirkan.
    Ibnu Majah meriwayatkan dari Jabir ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah seseorang berihram dan terus mengucapkan talbiyah sepanjang hari itu hingga matahari terbenam, melainkan dosa-dosanya terhapus sehingga dia kembali seperti saat dilahirkan ibunya.”
  4. Menguatkan Keimanan dan Ketakwaan Setiap kali melantunkan talbiyah, jamaah diingatkan akan kebesaran Allah dan keterbatasan diri mereka, yang pada akhirnya memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Membaca talbiyah saat thawaf adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam ibadah haji dan umrah. Selain menambah keberkahan, talbiyah juga membantu jamaah untuk lebih memaknai arti dari perjalanan spiritual yang sedang di lakukan. Semoga setiap langkah thawaf dan lantunan talbiyah kita diterima oleh Allah sebagai ibadah yang sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *