Ibadah haji dan umrah bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang menguatkan iman dan memperbarui hubungan kepada Allah. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah, Rasulullah SAW membaca sebuah doa yang dibaca ketika kembali dari safar/perjalanan, termasuk perjalanan ibadah haji dan umrah.
Doa tersebut diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa Nabi Muhammad SAW ketika kembali dari peperangan, haji, atau umrah dan telah mendekati Madinah, beliau membaca do’a:
ا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اٰيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli
syai’in qadīr. Āyibūna tāibūna ‘ābidūna sājidūna li-rabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu
wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, kami bertaubat, kami beribadah, kami bersujud, dan kepada Tuhan kami, kami memuji. Allah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh musuh sendirian.”

Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan juga terdapat dalam Sahih Muslim, sehingga termasuk hadis yang sahih dan kuat secara periwayatan.
Makna doa ini sangat dalam. Karena dalam Kalimat pembuka menegaskan tauhid, inti dari seluruh ibadah haji. Bagian “ اٰيِ هبوْنَ تاَئِ هبوْنَ ” menunjukkan bahwa kepulangan dari Tanah Suci seharusnya diiringi dengan taubat dan komitmen memperbaiki diri. Haji atau umrah mabrur bukan hanya terlihat dari gelar atau pakaian putih yang dikenakan, tetapi dari perubahan sikap setelah melaksankaan ibadah haji dan umrah, yang mana sikap menjadi lebih sabar, lebih jujur, dan lebih istiqamah dalam ibadah serta bersosial.
Doa ini juga mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan haji atau umrah adalah bentuk pertolongan Allah. Dalam bagian “ َ“صَدقََ الل ه وَعْدهَ ه ” menegaskan bahwa Allah selalu menepati janji-Nya. Maka sepulang dari haji dan umrah, seorang Muslim diharapkan menjaga kemabruran dengan memperbanyak syukur serta amal saleh. Semoga kita bukan hanya mengetahui doa ini, tetapi juga mengamalkannya setiap kali kembali dari perjalanan, khususnya dari perjalanan suci menuju Baitullah.
