Takut Umroh karena konflik?  Ini Fakta dan informasi yang perlu kalian ketahui

Abstract Air traffic

Pada 10 Oktober 2026, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, dihantam serangan rudal yang diduga berasal dari kelompok Houthi di Yaman, sehingga mengakibatkan belasan orang tewas dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.

Kabar ini cepat menyebar di tanah suci, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan dari para calon jamaah umroh yang akan melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci.

Apakah aman melakukan ibadah umroh? Muncul rasa cemas pada diri kita itu wajar, maka kenali dulu tentang fakta di lapangan dan informasi dari pemerintah. Berikut beberapa informasinya yang mencakup dari pertanyaan di atas.

Bagaimana nasib jamaah umroh?

Menanggapi serangan kelompok Houthi asal Yaman yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan keselamatkan seluruh WNI di sana. Berdasarkan laporan Antara pada 17 Oktober 2026, Kemlu memastikan bahwa sekitar 49.000 jamaah umroh asal Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi dipastikan dalam kondisi aman.

Namun, perkembangan keamanan regional masih perlu dipantau karena dapat memengaruhi jadwal penerbangan dan perjalanan. Calon jamaah disarankan mengikuti informasi resmi pemerintah dan berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan masing-masing.

Imbauan pemerintah melalui Kementrian Luar Negri (Kemlu) RI, KJRI Jeddah, dan Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) meminta untuk para jamaah tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, menghidari area rawan dan berbahaya, serta aktif memantau informasi resmi dari perwakilan Repulik Indonesia.

Apakah umroh akan di tutup sementara?

Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI memastikan bahwasannya perjalanan ibadah Umroh jamaah Indonesia masih berjalan seperti biasanya. Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, H. Lalu Muh. Amin menjelaskan, bahwasannya hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan larangan maupun penundaan keberangkatan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut informasi dari pemerintah Arab Saudi bahwasannya pelayanan ibadah Umroh tidak di tutup dan masih beroperasional seperti biasanya. Otoritas Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa kondisi di Makkah dan Madinah tetap aman serta terkendali bagi para jamaah.

Lalu bagaimana respon pihak otoritas arab saudi dan respon dari Kemehaj?

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Faisal Abdullah Al-Amoudi, menyampaikan bahwa pemerintah Kerajaan akan mengambil langkah-langkah yang di perlukan untuk melindungi seluruh pihak di wilayah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Jumat malam, 16 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan Antara pada 17 Oktober 2026.

Pada 12 Oktober, Kemenhaj menyatakan 37 jamaah umrah yang tercatat menggunakan Bandara Riyadh selamat dan tidak ada jamaah umrah Indonesia yang menjadi korban langsung dalam insiden tersebut. Namun, ini tidak berarti tidak ada WNI yang terluka atau tidak ada jamaah yang mengalami gangguan perjalanan akibat konflik.

Jadi untuk keamanan jamaah umroh apakah aman menjalankan ibadah umroh?

Menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, keselamatan warga negara, pengunjung, dan jamaah umrah adalah prioritas utama pemerintah. Situasi di Arab Saudi saat ini masih stabil dan aman meskipun terdapat dinamika keamanan regional, termasuk serangan dari kelompok Houthi. Pemerintah Arab Saudi mengutamakan pendekatan damai dalam menanggapi situasi yang ada, sementara usaha pengamanan terus dilakukan untuk melindungi semua orang di negara tersebut.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), menghimbau jemaah supaya memusatkan aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak, selain kedua kota tersebut. Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) juga diminta memantau kondisi jemaah, memberikan pendampingan, dan menyampaikan informasi apabila terjadi perubahan jadwal perjalanan.

Bagaimana dengan penerbangan maskapai?

Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, kembali diserang. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk memilih maskapai dengan penerbangan langsung (direct flight) menuju Madinah dan Jeddah di tengah situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.


Mengutip dari artikel detikNews “Saat ini kita mengimbau jamaah agar memilih maskapai yang terbang direct ke Madinah dan Jeddah. Bukan maskapai yang transit,” kata Dahnil kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).

Dahnil menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, otoritas Kerajaan Arab Saudi menyatakan penerbangan dan kegiatan ibadah di dua kota suci tersebut masih aman dan terkendali. Catatan Kementerian Luar Negeri RI, kata dia, juga menunjukkan kondisi yang sejalan.

Dari kutipan artikel detikNews “Sampai hari ini, pihak otoritas Kerajaan Saudi Arabia menyatakan penerbangan dan kegiatan ibadah di dua Tanah suci aman dan terkendali, begitu juga dengan catatan Kementerian Luar Negeri RI,”

“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi seluruh jemaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka,” pungkas Ichsan.

Oleh karena itu Calon jamaah harus mengikuti informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun dari Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj)  dan berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan, agar perjalanan ibadah dapat dilakukan dengan aman dan nyaman. Langkah ini membantu  jamaah memperoleh informasi yang akurat sekaligus mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Tindakan awal dalam menghadapi situasi geopolitik ini, seluruh calon jamaah diharapkan untuk tetap tenang dan juga perlu selalu waspada, dengan cara terus memantau informasi secara berkala melalui kanal resmi Kementerian Luar Negeri RI, KJRI Jeddah dan pihak maskapai penerbangan..

Sebelum berangkat ke Tanah suci, pastikan Anda memeriksa kembali klausul proteksi pada asuransi perjalanan,  agar penanganan darurat dan pembatalan jadwal penerbangan tercakup.

Selama di Tanah suci, jangan lupa menjaga fleksibilitas rencana perjalanan, simpan nomor kontak darurat perwakilan RI, serta mematuhi seluruh instruksi keselamatan dari otoritas lokal. Serta hindari menyebarkan atau mempercayai rumor yang berada di media sosial demi ketenangan bersama.

Semoga gejolak politik di kawasan Timur Tengah ini tidak memadamkan semangat kita untuk berziarah dan beribadah ke Tanah suci. Mari terus berdoa supaya kondisi tetap aman dan bisa melakukan ibadah Umroh dengan tenang dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *